“Saya takut menjadi musyrik. Saya takut menyekutukan Cinta saya kepada Allah karena cinta saya kepada Yusuf. Saya Rindu untuk bisa dibelai Allah. tetapi hati saya dipenuhi pula akan kerinduan kepada Yusuf. Apakah saya sudah menjadi musyrik ya Ustadz? Tolonglah saya! Demi Allah, saya tidak kuasa untuk memilih satu dari cinta dan kerinduan ini. Rindu saya untuk menggapai ‘Wajah Allah’ seiring rindu saya menggapai wajah Yusuf…”
Cinta adalah fitrah. Untuk itu, setiap manusia tidak bisa mengelak darinya. Mengelak darinya berarti menyangkal fitrahnya sendiri. Jika manusia tidak mendekatinya, cinta yang akan mendekat kepadanya. Lari menghindarinya justru akan menjadikan cinta cepat menangkapnya. Semakin menolaknya, semakin kuat manusia dicengkaram olehnya.
Inilah bagian dari novel spriritual cinta dan iman berbasis kisah Al-Quran, yaitu Kisah Yusuf Zulaikha, karya Taifiqurrahman Al-Azizy. Memiliki alur cerita dan bahasa yang bagus. Mengajarkan bagaimana berikhtiar dan menyerahkan takdir ditangan-Nya.. Buku yang bagus deh..buat dibaca

Fathoni said
pinjem adek !!
katanya mau cariin buku “itu” buat kk :p
btw hmmm…….. kirain tentang nabi Yusuf dan Zulaikha yang lain
mine ayu said
hehe…ini emg bukan ttg nabi… Tapi ceritanya bagus lho…
Mas Ind said
Coba abg liat dari lembar keberapa cuplikannya…
(kata kata halus yg artinya “pinjem ya”)
mineayu said
ok, ntar deh yah,,tak bawa ke medan